Pages

Gejala COVID-19 Varian Delta yang Harus Diketahui

Beberapa waktu terakhir, banyak sekali tersiar berita tentang peningkatan kasus Covid-19 yang ada di Indonesia. Ya, grafik penderita Covid 19 di berbagai daerah cenderung naik dengan jumlah yang cukup signifikan. Selain karena masih adanya masalah dalam penanganan pandemi, munculnya varian Delta menjadi salah satu sebab lonjakan kasus yang sangat tinggi tersebut.

Perlu diketahui bahwa varian Delta adalah salah satu varian Covid-19 terbaru yang konon pertama kali muncul di India. Varian ini memiliki sifat yang cenderung lebih mudah menular. Tidak hanya pada orang dewasa dan lansia saja, varian ini juga menyerang anak-anak.

Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui gejala Covid-19 varian Delta sebagai langkah preventif. Dengan pengetahuan terkait gejala tersebut nantinya seseorang bisa melakukan tindakan yang tepat dan cepat hingga dampak buruk tidak akan terjadi.

Gejala COVID-19 Varian Delta yang Harus Diketahui

Beberapa Gejala Covid-19 Varian Delta

Sebagaimana disinggung sebelumnya, mengetahui tanda atau gejala Covid-19 adalah hal yang penting. Hal ini dikarenakan gejala yang muncul bisa menjadi tanda jika virus cenderung telah menyebar dan anti-bodi sedang berusaha untuk melawannya.

Adapun beberapa tanda atau gejala Covid-19 varian Delta diantaranya adalah sebagai berikut :


1)      Demam

Seseorang yang terkena Covid-19 varian Delta akan mengalami demam dengan suhu yang cukup tinggi. Jika demam biasa bisa reda setelah beberapa hari atau ketika diberikan paracetamol, maka demam karena jangkitan Covid-19 varian Delta akan cenderung bertahan lebih lama selama beberapa hari.

2)      Sakit kepala

Demam yang diderita oleh seseorang yang terjangkit Covid-19 varian Delta akan disertai oleh sakit kepala yang cukup menyakitkan. Memang, sakit kepala yang diderita tidak seperti vertigo. Hanya saja, penderita akan merasakan kepala mereka cenderung berat dan susah untuk beraktivitas.

3)      Anosmia

Anosmia adalah kehilangan kemampuan indera penciuman. Hal ini adalah salah satu gejala Covid-19 varian Delta yang paling umum dan menjadi tanda jangkitan virus. Umumnya, penderita tidak mengindahkan tanda ini karena menganggap hidung mereka tersumbat karena pilek yang melanda.

4)      Nyeri pada sendi

Penderita Covid-19 varian Delta juga akan merasakan nyeri yang cukup menyakitkan di bagian sendi. Sebagaimana ketika deman, sendi-sendi di berbagai bagian tubuh akan terasa sakit hingga tidak bisa digunakan untuk beraktivitas secara normal. Namun, nyeri yang terjadi ini adalah tanda jika virus sudah menginfeksi beberapa bagian dalam tubuh.

Tanda-tanda tersebut hanya sebagian saja dari tanda umum ketika seseorang terkena Covid-19 varian Delta. Tanda lain ketika virus semakin menyebar dan bertambah parah adalah menurunnya saturasi oksigen dan sesak napas yang terjadi. Tidak hanya itu, penderita yang sudah semakin parah bisa kehilangan kesadaran.


Fakta Lain Covid-19 Varian Delta

Para pakar mengatakan bahwa Covid-19 varian Delta cenderung lebih ganas dan berbahaya dibandingkan dengan varian Covid-19 sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya fakta lain yang baru ditemukan. Salah satunya adalah kemampuan menular virus yang sangat cepat.

Terkait penularan virus, pada pakar mengatakan jika Covid-19 varian Delta bisa menular dalam waktu beberapa detik saja. Hal ini bisa terjadi jika seseorang berpapasan dengan penderita sedang mereka tidak mengenakan masker.

Selain itu, Covid-19 varian Delta juga cenderung lebih mudah menginfeksi paru-paru. Oleh karenanya, penderita akan cenderung mengalami napas yang berat dan sesak hingga kehilangan kesadaran.

Oleh karena tingkat bahaya yang lebih tinggi, tentu masyarakat harus menambah kewaspadaan. Dalam hal ini, SehatQ.com senantiasa berusaha memberikan informasi terkini terkait Covid-19 varian Delta dan lainnya. Anda bisa menyimak laman direktori penyakit SehatQ.com untuk informasi yang lebih lengkap.


Deskripsi: Covid-19 varian Delta memiliki tingkat penyebaran yang lebih cepat dan lebih luas. Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk menambah kewaspadaan sebagai upaya pencegahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com